Kepik Sycanus sp Predator Hama

Kepik Sycanus sp Predator Hama

Kepik Sycanus sp Predator Hama

kepik Sycanus sp
kepik Sycanus sp (image credit;sgmacro.blogspot.com)

Kepik Sycanus sp Predator Hama,  merupakan salah satu serangga predator yang sudah banyak dimanfaatkan sebagai musuh alami hama pada tanaman perkebunan dan kehutanan. Sycanus sp bersifat polifagus, yaitu serangga yang mempunyai kisaran mangsa yang luas dari famili yang berbeda pada tingkat larva dan pupa. Preferensi makan Sycanus sp.berkaitan dengan kebiasaan makannya yang menusuk dan menghisap cairan haemolimfa mangsanya (Kalshoven 1981).

Klasifikasi Kepik Sycanus sp Predator Hama

Phylum          : Arthropoda

Kingdom        : Insecta

Class               : Hemiptera

Ordo               : Heteroptera

Subordo         : Cimicomorpha

Family            : Reduviidae

Subfamily       : Harpactorinae

Genus              : Sycanus

Siklus hidup Kepik

Telur

Telus Kepik Sycanus sp Predator Hama, Berwarna coklat dan diletakkan secara berkelompok. Sycanus sp. mampu menghasilkan 2-4 kelompok telur sepanjang hidupnya. Rata-rata jumlah telur pada setiap kelompok telur mencapai 81 telur dengan kemampuan menetas mencapai 74,74%. Telur-telur yang fertil berubah warna menjadi coklat gelap dan diselimuti oleh selaput yang berwarna putih kekuningan, sedangkan telur yang tidak fertil menjadi mengkerut setelah beberapa hari. Periode inkubasi kelompok telur, yaitu 15–19 hari (Sahid et al. 2016)

Nimfa Kepik Sycanus sp Predator Hama

Nimfa mengalami 5 instar. Nimfa berwarna kekuningan pada semua bagian kepala, toraks dan abdomen. Bagian tungkai berwarna coklat dengan femur dan tibia sedikit kehitaman (Syari et al. 2011). Nimfa yang baru menetas biasanya berkumpul di sekitar kelompok telur dan memakan sisa-sisa telur yang belum menetas. Setelah 2 hari, nimfa akan menyebar dan bergerak dengan cepat untuk menemukan mangsanya (Sahid dkk, 2016). Nimfa instar ke–2, ke–3, dan ke–4 berwarna orange dengan abdomen berwarna coklat kehitaman. Nimfa instar ke–4 yang baru ganti kulit berubah menjadi nimfa instar ke–5 yang berwarna kuning orange, dan setelah 3 jam kemudian warnanya berubah menjadi orange kecoklatan dengan abdomen berwarna hitam. Lamanya proses pergantian kulit ini berlangsung sekitar 15–25 menit. Pada waktu pergantian kulit, nimfa tidak aktif bergerak dan sangat lemah. Selama proses ini, nimfa kadang-kadang dapat menjadi mangsa bagi nimfa lainnya ketika mangsanya tidak tersedia. Namun beberapa saat setelah proses tersebut, nimfa dapat bergerak dengan cepat (Sahid dkk, 2016). Menurut Sahid et al (2016), rata-rata periode perkembangan setiap instar bervariasi antara 12-19 hari. Gafur (2013) menjelaskan bahwa instar 1 dan instar 2 membutuhkan waktu 1 minggu untuk berkembang menjadi instar berikutnya sedangkan instar 3,4 dan 5 membutuhkan waktu perkembangan selama 2 minggu.

Imago/Dewasa Kepik Sycanus sp Predator Hama

Nimfa instar ke–5 yang baru ganti kulit menjadi imago berwarna kuning jingga pada bagian toraks dan abdomen, dengan sayap tranparan dan tungkai berwarna putih. Setelah 3 jam kemudian, warnanya berubah menjadi hitam pada bagian toraks, abdomen dan tungkai, sedangkan sayapnya berwarna jingga kecoklatan. Imago betina dapat dibedakan dari imago jantan dengan melihat ujung abdomen imago. Ujung abdomen imago jantan terlihat mendatar sedangkan ujung abdomen imago betina meruncing (Sahid et al. 2016)

Kepik Sycanus sp Predator Hama,  dimanfaatkan sebagai predator hama Helopeltis sp pada perkebunan teh dan perkebunan kakao. Sycanus sp. dilaporkan juga menjadi predator hama ulat kantong atau ulat api pada tanaman kelapa sawit. Sycanus sp. memiliki alat mulut (rostrum) yang panjang, sehingga mampu menusuk dan menghisap larva ulat kantung dan ulat api yang merupakan hama defoliator di perkebunan kelapa sawit. Pada tanaman kehutanan, Sycanus sp. banyak dimanfaatkan untuk mengendalikan hama Helopeltis sp. dan Strepsicrates sp. Pada tanaman Acacia mangium dan Eucalyptus. Setelah 3 bulan Sycanus sp rilis di lapangan, penurunan populasi Helopeltis sp. yang sangat pesat, yaitu dari 7/pohon menjadi 0-1/pohon. selain itu juga, keparahan serangan akibat serangan Helopeltis sp di lapangan mengalami penurunan dari 30% menjadi 10%. Keparahan serangan hama penggulung daun yang disebabkan oleh Strepsicrates sp  dari 60% menjadi 10% dan pada wilayah yang lainnya adari 40% menjadi 10% (Gafur, 2013)

Berdasarkan hal tersebut, Sycanus sp sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai musuh alami hama penting tanaman perkebunan di Indonesia dan di Kalimantan barat khususnya. Pelesapan predator ini dapat dilakukan sebelum terjadinya serangan berdasarkan hasil peramalan serangan OPT atau bisa juga dilakukan saat serangan sedang terjadi.

Similar Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!