Kumbang Bubuk Kering Dinoderus

Kumbang Bubuk Kering Dinoderus

Kumbang bubuk kayu kering Dinoderus minitus (biologi dan ekologinya)

Kumbang bubuk kayu kering termasuk dalam ordo Coleoptera, famili Bostrychidae. Ordo Coleoptera merupakan ordo terbesar dari serangga. Serangga ini menyerang kayu, bambu dan rotan yang memiliki kandungan pati tinggi didalamnya. Salah satu jenis kumbang bubuk kayu kering yang sering dijumpai di Indonesia adalah jenis Dinoderus minutus Fabr. Noorhisham et al. (2015) mengatakan bahwa daur hidup D. minutus pada kadar air 15% adalah 87-118 hari.

Kumbang bubuk D. minutus berwarna kecokelatan, terkadang elytral pada jenis ini lebih berwarna kemerahan daripada permukaan dorsal. Remadevi (2013) menyatakan bahwa D. minutus merupakan hama yang berbahaya dan harus diantsipasi dengan serius dan hati-hati. Wu et al. (1986) menambahkan bahwa betina D. minutus dapat menghasilkan sekitar 20 telur. Telurnya kemudian menetas dalam kurun waktu 5-8 hari.

kumbang bubuk kayu kering Dinoderus minutus telah dipelajari oleh beberapa ahli entomologi di seluruh dunia (Van Dine, 1909; Whitney, 1927; Fullaway, 1930; Zimmerman, 1941; Krauss, 1945; Plank, 1948; Wu et al., 1986). Sejumlah besar informasi berkaitan dengan Cina dan Asia Selatan, area utama distribusi D. minutus. Siklus hidup juga telah dijelaskan oleh Beeson dan Bhatia (1937).  Kumbang bubuk kayu kering Dinoderus minutus adalah polyvoltine.

Siklus Hidup Kumbang Dinoderus minutus

Siklus hidup hampir seragam terlepas dari distribusi. Kumbang dewasa dan larva dapat ditemukan pada waktu tertentu sepanjang tahun termasuk pada musim dingin, meskipun kumbang kurang aktif di musim yang sangat dingin. Puncak pertama kemunculan kumbang dewasa adalah pada bulan Februari, yang kedua adalah pada bulan Juni, dan yang ketiga adalah pada bulan Oktober (Van Dine, 1909; Whitney, 1927; Zimmerman, 1941; Liu Jingying, 1956; Liu Yuan dan Xu, 1982; Tan Zhongyi , 1984; Wu et al., 1986).

Betina mulai menyimpan telur secara individu, di terowongan yang ditambang oleh kumbang dewasa pada pertengahan April, dan oviposisi dapat berlangsung selama 4 bulan. Waktu puncak untuk oviposisi adalah pada bulan Mei dan Juni. Suhu dan kelembaban mempengaruhi oviposisi.

Telur Kumbang Bubuk Kayu Kering Dinoderus minitus

 Betina dapat bertelur sekitar 20 butir. Telur menetas dalam 5 hingga 8 hari.

Larva

Larva memanjang secara longitudinal di dalam batang, yang dapat membuat terowongan sekitar 15 hingga 20 mm dan membutuhkan waktu sekitar 40 hari untuk berkembang.

Pupa

Pupasi terjadi dalam kepompong yang dibuat di ujung terminal terowongan larva. Setelah sekitar 4 hari, kumbang dewasa yang baru berkembang dapat terbang atau menjelajahi bagian lain dari bambu yang sama. Beberapa lubang kumbang ditinggalkan pada bambu dan sejumlah besar terowongan dapat hadir pada kepadatan tinggi D. minutus (Singh, 1974; Sandhu, 1975; Tan Zhongyi, 1984; Wu Jianfen et al., 1986; Singh dan Bhandhari, 1988).

Imago (kumbang dewasa)

kumbang bubuk kayu kering Dinoderus minutus
kumbang bubuk kayu kering Dinoderus minutus (image credit:cabi.org)

Pola serangan dari kumbang D. minutus dewasa yaitu mengebor masuk ke dalam bambu melalui lubang yang dibuatnya dan membuat terowongan horizontal di sepanjang jaringan fibrovascular. Sementara itu, larvanya membentuk terowongan longitudinal (Norhisham et al. 2013). Abood dan Norhisam (2013) menambahkan kumbang dewasa dan larva akan menyebabkan kerusakan langsung dengan pemboran dan secara terus-menerus memakan bagian dalam dari tangkai bambu. Semakin banyak populasi dari kumbang D. minutus akan dicirikan oleh banyaknya jumlah lubang yang terdapat pada bambu, yang menunjukan banyaknya jumlah bubuk dan berkurangnya kekuatan batang bambu (Jyothna et al. 2015).

Similar Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!