Necrobia rufipes Kumbang Kopra Serangga Hama Gudang

Informasi Umum  Necrobia rufipes Kumbang Kopra

Kumbang kopra Necrobia rufipes (the red-legged ham beetle) dinamakan kumbang kopra karena kumbang-kumbang ini menyerang kelapa kering (kopra) dried coconut di barat kumbang kopra ini dinamakan dengan the red-legged ham beetle atau kumbang berkaki merah, kumbang ini juga merupakan hama utama pada produk daging yang disimpan, kumbang ini termasuk ke dalam famili Cleridae, biasanya merupakan predator pada hama lain, akan tetapi kumbang ini dapat memakan berbagai macam produk yang tinggi akan protein serta dapat menimbulkan kerusakan karena dapat membuat lubang, masuk ke dalam produk, dan akhir-akhir ini kumbang ini menyerang makanan, misal biskuit

Ciri-ciri fisik Necrobia rufipes kumbang kopra

  • Panjang tubuh kumbang dewasa: 4 — 5 mm.
  • Permukaan atas tubuh berwarna hijau kebiru-biruan metalik dan mengkilap.
  • Bagian permukaan bawah perut berwarna biru gelap.             
  • Kaki kumbang ini coklat kemerah-merahan terang ( the red-legged ham beetle) atau oranye.
  • Antena berwarna coklat kemerah-merahan dengan ujung berwarna coklat tua atau hitam.

Daur Hidup Necrobia rufipes kumbang kopra

  • Betina bertelur hingga 30 telur per harinya di dalam retakan, retakan kopra atau celah ikan., diletakkan di tempat tersembunyi.  Telur membutuhkan antara empat dan enam  hari untuk  menetas.
  • Larva panjang dan berbentuk silindris, kebanyakan membranous, dengan bagian kepala (anterior) dan ujung abdomen berwarna coklat gelap, perkembangan larva terdiri dari 3 sampau 4 instar akan tumbuh  selama 35 hingga 130 hari, menjadi kurang aktif  dan mencari tempat yang gelap untuk menjadi kepompong.
  • Tahapan kepompong bervariasi antara 6 dan 21 hari.
  • Siklus hidup  dari telur hingga dewasa sekitar 36-150 hari, bervariasinya lama siklus hidup atau perkembangbiakannya   sangat dipengaruhi oleh faktor:temperatur, kelembaban, serta kualitas keberadaan makanannya.  Lama hidup kumbang dewasa tidak dapat diketahui secara pasti.

Ekologi Necrobia rufipes

Suhu optimal untuk pengembangan Necrobia rufipes/kumbang kopra berada dalam kisaran 30-34 ° C, dan suhu minimum 22 ° C; batas suhu maksimum tidak diketahui, tetapi suhu di atas 40-42 ° C kemungkinan akan mengusir atau mencegah perkembangan hama ini. Kumbang ini membutuhkan kelembaban relatif  50% atau lebih. Necrobia rufipes dapat menjadi hama di daerah beriklim tropis dan subtropis, terutama jika kondisi lingkungan agak lembab atau ikan tidak terlalu kering. Kumbang kopra memiliki distribusi kosmopolitan di iklim hangat.

Necrobia rufipes biasanya ditemukan dalam kaitannya dengan infestasi Dermestes spp .: persyaratan habitatnya mirip dengan spesies tropis Dermestes, dan itu diuntungkan dari ketersediaan larva dan telur Dermestes sebagai mangsa.

Kebiasaan  Necrobia rufipes kumbang kopra
  • Necrobia rufipes kumbang kopra, Hama ini aktif baik siang maupun malam hari
  • Kumbang dewasa bukan penerbang yang kuat, keseluruhan tahapan hidupnya lebih memilih lingkungan yang gelap, karena samar dan sulit ditemukan dengan kemampuannya dapat terbang walaupun tidak ahli kumbang ini  dapat dengan mudah menemukan sumber makanan baru.
  • Mereka bersifat merusak, baik dalam tahap larva maupun dewasa,  meski demikian tahap larva adalah yang paling merusak.
  • Mereka juga kanibal, memakan telur dan kepompong mereka sendiri.
Necrobia rufipes sebagai hama gudang dan hama pascapanen

Necrobia rufipes merupakan hama pascapanen, saat ini diketahui menyerang banyak produk seperti: ikan kering, kopra, biskuit dsb.
Kumbang dewasa memakan permukaan ikan kering, dan mereka bertelur di celah-celah ikan. Larva menggali dalam-dalam ke daging; serta memakan ikan, predator pada larva lalat, dan pada telur dan larva Dermestes spp. Larva melewati 3 atau 4 instar. Larva instar terakhir menjadi kepompong di mana pupasi terjadi: ini mungkin di dalam daging ikan, atau larva dapat meninggalkan ikan dan kepompong dalam celah gelap. Dalam kondisi optimal, tingkat kenaikan populasi sekitar 25 kali per bulan. Imago terbang aktif dan dengan demikian dapat dengan mudah menyebar ke sumber makanan baru.

kumbang necrobia rufipes pada biskuit
kumbang necrobia rufipes pada biskuit

Setelah menetas larva akan menggerek dan merusak kopra. N. rufipes menyukai kopra yang berkualitas rendah, dengan kadar air tinggi, sehingga menyebabkan udara di dalam tempat penyimpanan kopra tersebut menjadi lembab dan basah. Hal tersebut merupakan suatu kondisi yang cocok untuk pertumbuhan dan perkembangan N. rufipes. Kualitas kopra yang rendah disebabkan antara lain buah kelapa yang dipanen masih muda (belum saatnya dipanen), pengeringan kopra yang kurang maksimal sehingga kadar air kopra masih tinggi dan cara penyimpanan serta kondisi tempat penyimpanan belum memadai.

Serangan hama N. rufipes dapat dicegah dengan cara menjaga kebersihan gudang, menjaga suhu dan kelembaban gudang dengan kisaran 25 – 370C serta menurunkan tingkat kadar air kopra. Untuk pengendalian secara alami menggunakan pestisida nabati yaitu daun dan biji srikaya karena senyawa toksin dalam biji srikaya dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan serangga serta dapat mematikan serangga

Similar Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!