Pinjal (Flea) dan Pengendaliannya

Pinjal (Flea) dan Pengendaliannya

Bioekologi Pinjal (flea)

Pinjal (flea) dan pengendaliannya yang akan dijelaskan disini, mencakup bioekologi dan pengendaliannya.

Pinjal tergolong famili pulicidae dan ordo  Siphonataptera. Pinjal menjadi masalah utama di rumah yang terdapat hewan peliharaan. Pinjal berukuran kecil, biasanya datar tanpa sayap. Serangga ini berkembang melalui metamorfosis sempurna, dengan empat stadianya yaitu telur, larva, pupa, dan imago.

Lebih dari 3.500 jenis pinjal telah diidentifikasi. Spesies yang paling umum ditemukan di rumah adalah pinjal kucing. Pinjal anjing jarang menginfestasi rumah.

Telur

Dijatuhkan oleh imago betina pada tempat-tempat tidur dan ke dalam pasir debu dan tanah. Jumlah telur yang dihasilkan oleh seekor serangga betina dewasa adalah 14 telur per hari

Larva

Berwarna seperti jerami, seperti cacing dan buta, menghindari cahaya dan memiliki tipe mulut mengunyah. Makanan larva adalah bahan-bahan organik Larva ini mengkonsumsi tetes darah kering yang dicecerkan oleh imago. Kotoran imago yang mengandung darah tercerna menjadi bagian penting menu larva. Selama musim panaslarva mampu menyelesaikan stadia larvanya dalam waktu satu minggu. Secara umum pertumbuhan larva akan sempurna dalam 9-26 hari.

Di karpet, larva menghabiskan sebagian besar waktunya di serat karpet tersebut. Jika larva ini tergganggu, ia akan bergulung di karpet hingga sulit dibersihkan.

Pupa

Pupa dibalut oleh kepompong sutra sebagai pelindung. Dalam kepompong inilah larva berubah menjadi imago. Stadia ini disebut pra–dewasa. Pra-dewasa pada umumnya menunggu semacam stimulus (rangsangan), biasanya anjing, kucing, atau manusia yang menyebabkan keluarnya imago dari kepompong. Stimulus ini bisa berasal dari kehadiran inang yang akan ditempati, dan biasanya ditandai dengan adanya tekanan di bagian atas kepompong (seperti saat berjalan) atau melalui getaran.

Terkadang imago keluar dari kepompong karena adanya peningkatan temperatur secara tiba-tiba, seperti saat pendingin ruangan dimatikan atau saat keluarga pergi berlibur.

Pinjal pra–dewasa ini bisa diam dalam kepompong selama 4 hari pada  cuaca yang hangat, hari.beberapa bulan sampai inangnya kembali. Inilah sebabnya orang yang pergi berlibur dan kembali ke rumah akan disambut oleh pinjal–pinjal yang lapar. Pada stadia ini, mengendalikan pinjal dalam rumah sangat sulit dilakukan.

Imago

pinjal (flea) dan pengendaliannya
                                                    pinjal (flea) dan pengendaliannya

Imago memiliki tipe mulut menusuk menghisap untuk menusuk kulit dan menghisap darah. Gigitan pinjal membuat gatal dan membuat tidak nyaman baik pada manusia maupun hewan peliharaan.

Pinjal kucing tidak hanya menghisap darah dari kucing tetapi bisa dari manusia, ternak, tupai, bahkan tikus rumah. Imago betina harus menghisap darah agar dapat mengerami telurnya. Imago mampu bertahan terhadap kelaparan yang panjang, sebelum dan sesudah menghisap darah. Bahkan dilaporkan bahwa imago dapat bertahan lebih dari satu tahun tanpa  makanan. Seekor imago betina akan hidup kurang lebih selama 11 hari.

Siklus Hidup Pinjal (flea) 

Siklus hidup mulai dari telur sampai imago, berkisar antara 16 hari sampai 18-20 bulan dalam ruang tertutup. Kadang-kadang sampai dua tahun tergantung dari temperatur dan kelembaban. Pinjal kucing membutuhkan temperatur dan kelembaban yang tinggi agar perkembangannya ideal. Pinjal tidak akan berkembang pada kelembaban rendah dan pertumbuhan menjadi lambat pada temperatur rendah. Itulah mengapa pinjal akan menjadi masalah sehari-hari di musim semi yang panas dan lembab.

Siklus Hidup

Imago dapat hidup lebih dari 18 bulan tanpa mengkonsumsi darah. Sebagian besar pinjal akan bereproduksi sepanjang tahun. Akan tetapi mereka rentan terhadap perubahan temperatur sehingga siklus hidup mungkin lebih panjang.

Aspek Penyakit

Pinjal menularkan wabah pes dari satu manusia ke manusia lainnya dan merupakan vektor utama dalam penyebaran wabah tipes atau murine dari tikus ke manusia. Mereka juga bertindak sebagai inang penular cacing pita pada anjing dan juga salah satu jenis cacing pita pada manusia.

Deskripsi

     Imago : berukuran panjang 0.06-0.12 inci, tidak bersayap, berkulit tipis dan keras, berwarna coklat kemerahan sampai hitam. Kakinya berfungsi untuk melompat. Imago mengkonsumsi darah.

     Pupa : semacam kepompong yang terbentuk disaat larva dewasa mulai masuk stadia pupa. Kepompongnya berbentuk oval, terbuat dari sutra putih dan dilapisi oleh kotoran.

     Larva : langsing, berwarna putih dengan panjang 0.16-0.25 inci dengan kepala berwarna coklat pucat. Larva tidak memiliki kaki dan ditemukan di dalam tanah, debu dan kotoran-kotoran dari pecahan lantai, atau dalam kamar penghuni rumah.

     Telur : putih, pendek, lonjong, berukuran 0.02 inci, terdapat dalam debu, kotoran atau tempat tidur penghuni rumah.

Habitat Pinjal (flea) dan Pengendaliannya

Habitat merupakan hal yang sangat penting terkait pinjal (flea) dan pengendaliannya  Pinjal dapat ditemukan di halaman, di lapangan dan di dalam bangunan. Serangga ini terbawa oleh anjing, kucing, tikus besar dan kecil, juga hampir oleh seluruh hewan dan burung. Pinjal ini mungkin juga ditemukan di tempat hewan peliharaan bermain atau tidur.

Gejala Serangan

Berupa gigitan yang mengganggu dan penularan penyakit seperti wabah pes, murine dan wabah tipes endemik.

Lokasi Sarang

Pinjal hidup di lapangan, area para-para, ruang bawah tanah, ruang hidup sehari-hari, loteng, dan cerobong asap. Seluruh stadia perkembangannya bisa ditemukan baik di dalam rumah maupun di area luar.

Di dalam rumah pinjal ini dapat ditemukan pada retakan di lantai, di bawah baseboards, di bawah keset, dan dalam sebagian besar ruangan yang tertutup.

Keadaan biologis pinjal sangat membantu dalam pengendaliannya. Sebagai contoh, larva banyak ditemukan dalam celah dan bagian retak, seperti di bawah rangkaian mebel.

Pengendalian Pinjal (flea) Secara Terpadu

Aspek yang perlu diperhatikan dalam pinjal (flea) dan pengendaliannya adalah mengenai lingkungan:

Dalam ruangan

  1. Pengendalian pinjal membutuhkan kerjasama antara customer dan pihak pest control. Sebelum mengaplikasikan bahan kimia, customer harus mempersiapkan gedungnya. Lakukan vacuuming pada bangunan tersebut dan perhatikan secara khusus area berikut:

         a. Tempat tidur hewan peliharaan (jika ada hewan peliharaan)

         b. Di bawah mebel

         c. Di bawah dan di belakang rangkaian mebel

         d. Celah dan retakan sepanjang dinding

         e. Seluruh karpet

         f. Seluruh lantai kayu keras (terutama bagian retaknya)

         g.Lemari kamar mandi (setelah memindahkan isinya ke lantai)

Vacuuming cukup membantu dalam proses pengendalian dengan mengangkat banyak larva, pupa, dan imago. Sebagian besar imago bisa diangkat dari karpet melalui vacuuming. Bersihkan kotoran dari celah, hilangkan sumber makanan larva agar larva tidak dapat berkembang.

Vacuuming adalah langkah penting dalam pengendalian pinjal. Setelah vacuuming anjurkan kepada customer untuk membuang kantung vacuumnya atau mencuci kantung tersebut dengan teliti. Pastikan bahwa kotorannya ditempatkan dalam sebuah kantung plastik dan dibuang ke dalam tempat sampah.

  1. Tempat tidur hewan peliharaan seharusnya dicuci atau diganti. Sejumlah besar larva dan pupa dapat ditemukan pada tempat ini.
  2. Customer harus merawat hewan peliharaannya ke dokter. Akan tetapi teknisi atau consultant tidak perlu merekomendasikan pengobatan hewan peliharaan tersebut kepada customer.
  3. Setelah customer memenuhi semua hal di atas, maka teknisi dapat memulai inspeksi dan service.

Sebelum melakukan service, pastikan bahwa semua hewan sudah dikeluarkan dari area treatment selama aplikasi, dan pastikan tidak seorangpun (termasuk anda) berjalan melewati permukaan yang diaplikasi sebelum  sepenuhnya kering. Pengeringan ini bisa terjadi selama satu sampai beberapa jam, tergantung pada jenis permukaan. Hewan tua atau sakit harus dijauhkan dari area yang ditreatment selama 8-24 jam.

Treatment harus diaplikasikan secara sistematis saat anda keluar dari setiap ruangan. Disarankan agar melakukan treatment pada celah dan bagian retak terebih dahulu dengan pin stream yang terpasang pada moncong laras semprot anda. Treatment ini akan diarahkan pada baseboard dan celah atau pada bagian retak lainnya. Inspeksi awal akan membantu anda mengetahui kapan treatment dibutuhkan.

Untuk karpet dan sisi belakang rangkaian mebel gunakan light fan setting pada moncong penyemprot anda. Lakukan pelapisan tipis dan merata pada permukaan. Jangan melakukan aplikasi pada permukaan secara berlebihan.

Saat melakukan treatment pada karpet tebal atau tumpukan karpet besar, akan dibutuhkan lebih banyak zat kimia, tetapi jangan menggunakan bahan tersebut berlebihan. Setelah penerapan bahan kimia, percikkan bahan kima tersebut pada karpet dengan menggunakan rug rake.

Pastikan untuk melakukan treatment pada bagian bawah dan tepi karpet. Lakukan treatment jika bahan mebel tidak akan rusak oleh zat kimia yang dipakai. Jika memang tidak akan rusak, aplikasi bagian bawah dalam mebel dan permukaan di bawah mebel tersebut. Area yang seringkali terlupakan adalah wc. Pindahkan semua barang dari lantai dan treatment permukaan tersebut dengan teliti.

Saat perjanjian service terjual buatlah jadwal untuk dua kali treatment. Treatment kedua sebaiknya dilakukan dalam 2-3 minggu setelah treatment awal. Setiap telur yang menetas akan tertangani pada treatment kedua.

Sebelum meninggalkan bangunan tersebut, periksa area loteng. Terkadang hewan liar bisa masuk ke loteng dan menyebabkan infestasi pinjal. Jika kasusnya seperti ini, perlu dilakukan treatment pada area loteng.

Pada area luar bangunan, halaman, bagian bawah rumah dan para-para

Aplikasikan bahan semprot beresidu pada celah atau bagian retak teras, bungalow, garasi, kandang anjing, bagian tengah halaman dan bagian bawah rumah.

Untuk membantu mencegah infestasi, lakukan treatment pada permukaan tanah dan tanaman kurang lebih 6-10 kaki dari rumah dan area sekitar. Pindahkan hewan peliharaan sebelum treatment dan biarkan mengering sebelum hewan-hewan tersebut dikembalikan.

Informasikan pada customer bahwa pengendalian pinjal di halaman belakang sangat sulit, terutama jika halaman tersebut tidak dipagari. Paling baik, gunakan bahan kimia yang bekerja cepat. Panas terik, hujan atau kelembaban akan menguraikan insektisida tersebut dengan cepat. Hal yang sama akan terjadi jika halaman belakang yang tidak dipagari memungkinkan hewan peliharaan bermain-main ke area infestasi lalu kembali membawa pinjal ke area tersebut. Halaman berpagar membantu tindakan pengendalian lebih baik, tapi keadaan cuaca masih akan menguraikan bahan kimia tersebut dengan cepat.

Sebelum meninggalkan bangunan, jika ada para-para, pastikan bahwa anda sudah memeriksa area ini. Seringkali hewan liar atau peliharaan masuk ke area tersebut dan mengakibatkan infestasi berat.

Yang perlu dihindari:

  1. Tidak mengaplikasikan insektisida di lantai kayu berpernis. Kemungkinan lantai menjadi rusak sangat besar. Hubungi supervisor anda untuk instruksi selanjutnya.
  2. Tidak mengaplikasikan insektisida powder pada lantai garasi.
  3. Tidak mengaplikasikan insektisida ke area yang bersentuhan langsung dengan mebel, atau mebel berlapisan empuk. Aplikasikan insektisida di bawahnya, dimana pinjal mungkin ditemukan. Jika ada barang–barang tersebut di atas yang mudah rusak, bahkan bila terkena air saja, jangan ragu untuk bertanya kepada customer. Hal ini berlaku juga untuk kain pelapis atau tirai. Tanyakan pada customer anda apakah kain–kain tersebut akan dicuci di laundry saja. Tirai dan kain pelapis hanya bisa dicuci dan tidak bisa ditreatment.
  4. Banyak karpet sekarang yang memiliki garansi anti noda. Tapi garansi ini bisa tidak berlaku jika karpet tersebut terkena insektisida.

Saran–saran terkait pinjal (flea) dan pengendaliannya

  1. Saat menangani lantai beton terbuka di garasi atau basement, pergunakan insektisida microencapsulated yang ditujukan untuk mengendalikan pinjal. Jika pinjal terlihat pada area in, area tersebut harus disapu dan dipel sebelum treatment. Secara khusus perhatikan retakan dam celah juga sudut ruangan yang ada.
  2. Treatment kedua sisi karpet di lantai.
  3. Jika pinjal ditemukan di basement atau garasi yang dipenuhi kardus barang, pergunakan aerosol untuk treatment di sekitar kardus tadi. Jangan mengaplikasikan kotak/kardus tersebut dengan insektisida.
  4. Bagian luar harus diperhatikan, terutama area–area tempat hewan peliharaan beristirahat. Akan tetapi pinjal jarang ditemukan pada area yang terkena sinar matahari.

                               

Similar Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!