Semut Charlie Alias Tomcat, Musuh Alami Hama yang Menjadi Musuh Manusia

Semut Charlie Alias Tomcat, Musuh Alami Hama yang Menjadi Musuh Manusia

Semut Charlie adalah Istilah Umumnya

Semut charlie sejatinya bukan semut namun merupakan golongan kumbang (beetle) dengan nama latin Paederus spp. Curt. Setidaknya ada 600 spesies kumbang ini di dunia dan yang berada di Indonesia ialah Paederus fuscipes. Kumbang Paederus lebih dikenal dengan nama ‘rove beetle’ atau kumbang penjelajah karena selalu aktif berjalan-jalan. Masyarakat Indonesia sering menyebutnya tomcat, kemungkinan lantaran bentuknya sepintas mirip pesawat tempur Tomcat F-14.

Klasifikasi Semut Charlie atau Tomcat (rove beetle) Paederus spp

semut charlie
semut charlie

Kingdom : Animalia

Phylum    : Arthropoda

Class        : Insecta

Ordo        : Coleoptera

Subordo   : Polyphaga

Family      : Staphylinoidae

SubFamily: Paederinae

Genus       : Paederus

 “Semut charlie memiliki hemolimfa berisi paederin, zat kimia iritan kuat, yang menimbulkan reaksi gatal dan rasa terbakar ketika kontak dengan kulit,”. Produksi pederin dalam tubuh Paederus bergantung pada keberadaan bakteri.  Bakteri endosimbion yang bersimbiosis dengan serangga ini secara spesifik belum banyak dilaporkan tetapi merupakan bakteri genus Pseudomonas (sensu stricto) gram negatif yang dekat dengan Pseudomonas aeruginosa (Kellner R.L.L. 2002 & Qadir et al. 2006). Kumbang betina yang memiliki bakteri akan menghasilkan paederin lebih banyak dibanding kumbang yang tidak bersimbion dengan bakteri. Paederin disirkulasikan melalui darah di tubuh kumbang, sehingga mengalir melalui metamorfosis selanjutnya (telur, larva, pupa, dan kumbang dewasa).

Gejala Bila Terkena Cairan  Paederin Semut Charlie

Tomcat apabila bergesekan dengan kulit atau serangga ini dipencet atau dipukul, serangga ini akan mengeluarkan toxin yang dapat diserap oleh kulit, sekalipun serangga ini sudah mati cairan yang sudah dikeluarkan dan menempel di lantai atau ditempat lainnya.

Jika kulit terkena kontak dengan tomcat, akan menyebabkan conjunctivitis, dermatitis akut serta iritasi kulit yang serius. mulai mengeluarkan gejala ruam 12-36 jam pasca-kontak, dan iritasinya dapat bertahan hingga hitungan minggu. Sebuah studi yang terbit di Jurnal Venom Anim Toxins (2015) menyebut bahwa Paederus lazim ditemui di wilayah tropis dan subtropis. Pengamatan yang dilakukan pada desa-desa di Pakistan ini menyimpulkan pada bulan Juli-Agustus, ketika musim hujan tiba, kumbang ini mencapai populasi puncak (36,2 persen). Sementara selama kemarau Mei-Juni, populasi Paederus berada di titik terendah (7,85 persen) karena kekeringan tanah.

Ciri-ciri fisik semut Charlie alias tomcat (rove beetle)

Anatomi: Tubuh memanjang, terbagi menjadi tiga bagian caput, thorax, dan abdomen. Tipe mulut: Menggigit& Mengunyah (Imago&Larva).  Berkaki tiga pasang dengan jumlah ruas tarsi kaki depan, tengah, dan belakang adalah 5-5-5, serta tidak bercakar. Terdapat dua pasang sayap yang tidak menutupi seluruh abdomen, hanya menutupi ruas abdomen kesatu sampai dengan ketiga, sayap depan mengeras berfungsi sebagai perisai, sedangkan sayap yang kedua membraneous digunakan untuk terbang.

Siklus Semut Charlie alias tomcat (rove beetle)

Tipe metamorphosis Sempurna (telur-larva-pupa-imago)

Menurut FAO (1994) serangga ini efektif memangsa wereng coklat hama padi di Bogor dengan daur hidup dari telur sampai menjadi imago selama 18 hari. Stadium telur= 4 hari, larva= 9 hari, pupa= 3-4 hari. Lama hidup serangga betina adalah 113,8 hari dan serangga jantan adalah 109,2 hari. Kemampuan bertelur 106 butir per betina. Masa inkubasi telur selama 4 hari. Persentase penetasan 90,20 persen. Persentase menjadi dewasa adalah 77,60 persen.

Habitat Semut Charlie alias Tomcat (rove beetle)

Kebanyakan rove beetles ditemukan berasosiasi dengan tanah atau bahan organic yang membusuk, dapat ditemukan di bawah bebatuan atau sampah organik, kompos atau merayap pada tanaman. Seringkali di temukan pada tanah di pertamanan rumah, serangga dewasa akan mencari bunga untuk memakan pollennya. Beberapa spesies semut charlie rove beetle memakan telur dan larva tungau, telur serangga atau seranga-serangga tanah yang kecil, beberapa memakan telur dan larva lalat, (Caron, 2004)

Pencegahan Bahaya atau Tindakan Preventif

  • Mengurangi cahaya, Serangga ini cenderung berkumpul pada malam hari
  • Memasang kasa (screen) di jendela sebagai tindakan eksklusi dan kelambu pada tempat tidur guna menghindari tomcat. Hindari kontak langsung dengan serangga dan terpapar toxin. Jangan menyentuh kumbang secara langsung, tiup dan cuci kumbang dari kulit, masukkan hama ke dalam plastik dan biarkan mati dengan sendirinya, kurangi pencahayaan di area yang terinfestasi pada malam hari.
  • Gunakan pakaian dan celana yang panjang yang menutupi seluruh tubuh untuk meminimalisir paparan.
  • Jika tomcat hinggap di permukaan kulit, pindahkan ke lembaran lain (seperti kertas) dengan perlahan dengan menggunakan alat bantu seperti kertas dll.

Pertolongan Pertama/ First Aid

  • Segeralah cuci bagian tubuh yang terkena cairan tomcat dengan sabun dan air mengalir. “Menepuk tomcat berpotensi menghasilkan lebih banyak cipratan toksin pederin pada permukaan kulit.”
  • Oleskan cairan lidah buaya ke kulit yang terpapar toxin untuk meringankan gejala, hindari terpapar ke area kulit yang lainnya, (jika sakit berlanjut hubungi dokter)

Pengendalian:

  • Rapikan barang-barang atau tumpukan di sekitar rumah
  • Bersihkan tanaman atau rumput liar di sekitar rumah
  • Lakukan eksklusi.
  • Lakukan inspeksi secara menyeluruh, temukan keberadaan sarang,
  • Insektisida residual (terutam WP dan CS) yang diaplikasikan langsung ke dalam area sarang akan memberikan pengendalian paling efektif.

Similar Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!