Serangga Tomcat Paederus sp

Serangga Tomcat Paederus sp

Serangga Tomcat atau Rove Beetles dengan nama latin Paederus sp

Anatomi: Tubuh memanjang, terbagi menjadi tiga bagian caput, thorax, dan abdomen. Berkaki tiga pasang dengan jumlah ruas tarsi kaki depan, tengah, dan belakang adalah 5-5-5, serta tidak bercakar. Terdapat dua pasang sayap yang tidak menutupi seluruh abdomen, hanya menutupi ruas abdomen kesatu sampai dengan ketiga, sayap depan mengeras berfungsi sebagai perisai, sedangkan sayap yang kedua membranus digunakan untuk terbang.

Metamorfosis: Sempurna (telur-larva-pupa-imago)

Tipe mulut: Menggigit& Mengunyah (Imago&Larva)

Fase hama: Larva dan Imago

                                                        Siklus hidup Serangga Tomcat

serangga tomcat

Menurut FAO (1994) serangga ini efektif memangsa wereng coklat hama padi di Bogor dengan daur hidup dari telur sampai menjadi imago selama 18 hari. Stadium telur= 4 hari, larva= 9,2 hari, prepupa= 1 hari, dan pupa= 3,8 hari. Lama hidup serangga betina adalah 113,8 hari dan serangga jantan adalah 109,2 hari. Kemampuan bertelur 106 butir per betina. Masa inkubasi telur selama 4 hari.  Persentase penetasan 90,20 persen. Persentase menjadi dewasa adalah 77,60 persen.

Kebanyakan rove beetles ditemukan berasosiasi dengan tanah atau bahan organik yang membusuk, dapat ditemukan di bawah bebatuan atau sampah organik, kompos atau merayap pada tanaman.  Seringkali di temukan pada tanah di pertamanan rumah, serangga dewasa akan mencari bunga untuk memakan pollennya. Beberapa spesies rove beetle memakan telur dan larva tungau, telur serangga atau seranga-serangga tanah yang kecil, beberapa memakan telur dan larva lalat,  (Caron, 2004)

Informasi Kesehatan Terkait Tomcat

Beberapa peneliti menginformasikan bahwa serangga ini bersimbiosis dengan bakteri. Bakteri tersebut berada di dalam darah Paederus spp. [termasuk P. fuscipes] (Kellner, R.L.L. 2004). Serangga yang infektif membawa bakteri ini adalah serangga yang berjenis kelamin betina.  Serangga betina yang infektif membawa bakteri tersebut haemolymphnya mengandung paederin yang bersifat racun yang dapat menyebabkan gejala radang dan melepuh pada kulit manusia. Bakteri endosimbion yang bersimbiosis dengan serangga ini secara spesifik belum banyak dilaporkan tetapi merupakan bakteri genus Pseudomonas (sensu stricto) gram negatif yang dekat dengan Pseudomonas aeruginosa (Kellner R.L.L. 2002 & Qadir et al. 2006).

Tomcats apabila bergesekan dengan kulit atau serangga ini dipencet atau dipukul, serangga ini akan mengeluarkan toxin yang dapat diserap oleh kulit, sekalipun serangga ini sudah mati cairan yang sudah dikeluarkan dan menempel di lantai atau ditempat lainnya, jika mengenai kulit manusia akan menyebabkan conjunctivitis, dermatitis akut serta iritasi kulit yang serius.

Gejala awal meliputi; kulit kemerahan, dan sensasi kulit ”terbakar” yang diikuti oleh iritasi kulit yang menyakitkan disertai gatal-gatal, disertai bisul besar yang terasa panas.  Kulit yang terinfeksi akan mengalami iritasi, terasa panas dan sakit selama kurang lebih sepuluh hari, toxin yang melekat di tangan atau terpapar di bagian tubuh dapat menyebar ke bagian tubuh yang lainnya.

Perlindungan Personal terhadap Serangga Tomcat

Jangan menyentuh kumbang secara langsung, tiup dan cuci kumbang dari kulit, masukkan hama ke dalam plastik dan biarkan mati dengan sendirinya, kurangi pencahayaan di area yang terinfestasi pada malam hari, gunakan pakaian adan celana yang panjang yang menutupi seluruh tubuh untuk meminimalisai paparan, gunakan screen pada opening-opening di rumah agar serangga ini tidak masuk, lakukan eksklusi, Miliki botol yang berisi cairan sabun untuk pertolongan pertama (first aid)

Pertolongan Pertama Ketika Terkena Cairan Serangga Tomcat / First Aid

Hindari kontak langsung dengan serangga dan toxin tertelan, cuci segera kulit yang terpapar dengan air sabun, kemudia lakukan kompres dingin, oleskan cairan lidah buaya ke kulit yang terpapar toxin untuk meringankan gejala,  hindari terpapar ke area kulit yang lainnya, berikan salep hydrocortisone 1% atau Salep betametasone+antibiotik neomycin sulfat-3xsehari atau acyclovir 5% (jika sakit berlanjut hubungi dokter)

Pengendalian Serangga Tomcat:
  1. Rapikan barang-barang atau tumpukan di sekitar rumah
  2. Bersihkan tanaman atau rumput liar di sekita rumah
  3. Lakukan eksklusi

Lakukan inspeksi secara menyeluruh, temukan keberadaan sarang, Insektisida residual (terutam WP dan CS)  yang diaplikasikan langsung ke dalam area sarang akan memberikan pengendalian paling efektif.

Referensi:

Caron M Dewey, 2004. Beetles. University of Delaware

Heinrichs, A.E. 1994. Biology and Management of Rice Insects. IRRI. 779 halaman.

Khalsoven. 1981. The Pests of Crops in Indonesia. PT Ichtiar Baru – Van Hoeve. Jakarta. 701 halaman.

Service Manual Terminix Indonesia , Biologi Occasional Pest dan Pengendaliannya. PT. APCO Edisi 2 Tahun 2006.

Similar Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!